Jealousy «edited ver»

jealousy-by-peniadts

Jealousy

parkhyenaKYU’s present

psychology,hurt,marriage-life || Main Cast: Cho Kyuhyun (SJ), Seo Joo Hyun/Seohyun (GG) & Park Hye Na (oc) || Minor Cast: slight!Park Jung Soo/Leeteuk (SJ) ; slight!Kim Ryeowook (SJ) ; a rest of GG member ; Super Junior & GG’s Manager; Slight!RED VELVET Seulgi

|| PG – 17

Disclaimer :
terinspirasi dari ff yang ga sengaja aku baca di IFK dengan genre sama tapi beda cast + drakor”Kill Me,Heal Me” dan ff ini murni buatanku
Cuma ff,jangan dianggap serius ok?

Peringatan!kata-kata kasar

Aku tidak mau kau dekat dengan wanita manapun, karena aku benci… aku tidak suka itu dan karena …  kau adalah milikku seorang,oppa.

 

Aku akan berbuat apa saja demi menjadikanmu milikku seutuhnya.

 

Ada apa denganmu Hye Na sayang? Kenapa kau tega berbuat seperti ini?

 

 

Menikah?

Seharusnya menikah itu melengkapi hidupmu,karena punya seseorang disisi kalian yang mendampingi seumur hidup, berbagi kebahagiaan juga kesedihan, bisa saling pengertian antara satu sama lain dengan pekerjaan dan tahu konsekuensi dari pekerjaan pasangan kalian.

Jika ada yang mengganjal di bahtera rumah tangga apalagi jika pasangan kalian terlalu membatasi atau dia mengidap gangguan psikologis ekstrem, apa jadinya?

Ya, ada yang mengalami ini, seorang idol yang mengalaminya.

Dia adalah…

.

.

Cho Kyuhyun.

Kisah seorang istri Cho Kyuhyun..


Kyuhyun dan Hye Na sudah menikah selama satu tahun lebih.Kyuhyun mencoba bertahan dalam pernikahan ini meskipun ia tahu istrinya mengidap cemburu-posesif akut. Hye Na sangat sensitif juga emosinya mudah tersulut, ia sangat tidak suka ada orang yang mencoba mendekati Kyuhyun, suaminya. Hye Na bisa sangat marah dan destruktif bila seseorang itu tidak mau menjauh dari suaminya, apalagi kalau itu adalah..

Menyangkut wanita lain.

Dia menjadi wanita yang menakutkan,apalagi soal cemburu.

Hye Na sudah dikonsultasikan dengan seorang Psikiater mengenai penyakitnya ini,tapi Hye Na menganggap dirinya baik-baik saja seperti yang lain. Psikiater juga menyarankan Kyuhyun agar Hye Na segera direhab dan diterapi secara intensif, sayangnya Kyuhyun selalu menolak saran dokter, ia menganggap Hye Na masih dalam batas normal. Dokter Park,sebagai Psikiater Hye Na mencoba meyakinkan Kyuhyun sekali lagi,

“Tuan Cho, saya tahu ini menyinggung. Tapi saya melakukan ini demi kebaikan anda juga orang banyak. Hye Na-ssi bisa berbuat lebih jauh lagi, kalau tidak segera diterapi. Lebih cepat terapi dilakukan, akan mempercepat istri anda sembuh”

“Dokter, saya tahu bagaimana keadaan Hye Na, dia masih normal dan bisa saya atasi”

“Ya mungkin anda bisa mengatasinya sekarang dengan mudah, Tapi kalau nanti semakin parah, apa anda masih bisa?Jalur alternatif ini sudah saya pikirkan matang-matang, tolong pikirkan sekali lagi. Dia akan mengalami fase dimana semua pikiran negatif menguasainya dan anda sekalipun tidak bisa menghentikannya”

“Aku masih bisa mengatasinya, dokter. Percaya padaku”

“Apa anda yakin?”

Sebuah keputusan bodoh yang kuambil, kukira dia akan baik-baik saja. Ternyata…
.

.

Yesterday
SM Builiding,before lunch time

Kolaborasi dengan Seohyun sudah diputuskan,aku akan mengambil bagian dalam proyek ini. Dia dan aku akan membuat musik video duet kami yang pertama, ya sangat di harapkan ada proyek duet seperti ini. Tahun ini,SM memberikan kesempatan bagi artis-artisnya untuk duet maupun solo dan aku mendapat proyek duet ini.

Aku mendatangi manager Girls Generation untuk mengkonfirmasi soal proyek duetku dan Seohyun, memastikan jadwal pertama yaitu konsep duet.

Hosh..hosh..

Hyung! Ada yang ingin kubicarakan. Bisa kita bicara sebentar?”
“Oh, Kyuhyun-a. Ada apa?”

Manager hyung Girls Generation membawa 2 kaleng jus, kemudian menyerahkan satu pada Kyuhyun. ” Ini minum dulu. Kau pasti kelelahan tadi, bicaralah pelan-pelan. Ayo kita cari tempat untuk bicara”

Manager-hyung Girls Generation membawaku ke arah cafetaria untuk bicara.kami mencari tempat duduk yang nyaman dan memutuskan duduk di meja pinggir jendela.

“Terima kasih, hyung. Untung saja ketemu, aku ada yang ingin dibicarakan. Habisnya hyung susah dihubungi lewat ponsel”
“Oh, ponselku jatuh dan belum sempat memperbaikinya, maaf jadi menyusahkanmu”
“Tidak apa-apa, hyung. Harusnya aku minta maaf karena tidak langsung menghubungimu”

Manager-hyung Girls Generation cepat tanggap dengan apa yang ingin aku bicarakan.

“Oh,kau ingin membicarakan soal duet ya? Tadi aku baru saja diberitahu Young Min –sajangnim soal jadwal rekamanmu dengan Seohyun, kau dan Seohyun akan memulai sesi rekaman minggu ini”

“Minggu ini? Secepat itukah?”

“Hm. Dan untuk proses syuting video klipnya setelah selesai rekaman, mungkin memakan waktu 1-2 hari, tempat syuting video akan diberitahukan. Soal jadwal lengkapnya, kau bisa tanyakan manajermu”

Aku mengangguk mendengar penjelasannya, soal jadwal aku nanti aku tanyakan manajer hyung.selesai membicarakan jadwal, aku pamit pada manajer hyung Girls Generation dan kembali ke tempat latihan untuk mengambil barangku. Disana bertemu manajer hyung Super junior sebentar membicarakan soal duet, kemudian pulang. Setelah mengambil barang aku segera turun ke parkiran, sampai disana menuju mobil sedan putih milikku dan segera tancap gas ke keluar gedung.
.

.

Aku pun sampai ke apartemen, kepulanganku disambut ramah serta lembut oleh Hye Na. Tatapan Hye Na begitu menenangkan, senyumnya mengembang, tatapannya teduh. Namun aku khawatir tatapan itu akan berubah karenaku, karena kabar yang kubawa.

“Hari ini, oppa pulang cepat rupanya. Apa ada kabar baik hari ini?”Hye Na mengambil jaket bulu hitam parasut yang dipegang olehku, lalu menggantungnya di tiang gantungan .

“Tidak ada yang khusus hari ini … cuma membicarakan jadwal latihan drama musikalku yang terbaru dengan manajer hyung

Hye Na terus memandang padaku, ia merasa ucapanku ada yang aneh. Apa dia tahu sesuatu?

“Sebenarnya ada yang disembunyikan dariku, bukan? Aku merasa gelagat oppa aneh”

“Ah, tidak ada kok. Kau ini jangan berpikir-pikir yang tidak-tidak, aku tidak bohong padamu. Jadi, jangan cemas, ok?”dengan senyum yang kubuat-buat.
Hye Na sayang,maaf aku berbohong padamu.

Oppa,kau menyembunyikan sesuatu dariku..dan aku akan membuatmu mengatakannya.
—–

Today Afternoon

Hye Na baru saja keluar dari rumah sakit sehabis kontrol kejiwaannya. Dokter mengatakan padanya untuk menyarankan supaya dia berlibur, gunanya agar dia bisa membuang semua pikiran negatif dalam dirinya. Saat dalam perjalanan pulang dia melihat sebuah tulisan besar di dinding gedung SMent, bertuliskan ‘SMent’s collaboration artist! Coming soon’.

Mata Hye Na memicing setelah membaca tulisan tersebut, ia membayangkan suaminya, Kyuhyun.pikirannya melesat jauh memikirkan ‘apa Kyuhyun ikut andil?’
Hye Na mencoba menghubungi Kyuhyun, memastikan apakah dia ikut andil dalam proyek itu. Ia berusaha menelpon suaminya, namun nihil.

‘telepon yang anda hubungi sedang dialihkan.silakan tunggu beberapa saat lagi’
Sudah tiga kali dia menghubungi, juga tidak ada yang mengangkat. Hye Na tidak suka jika suaminya tidak mengangkat telponnya, itu membuatnya berang.

Hye Na mengantungi ponselnya dan berubah pikiran dari asalnya pulang,ia malah menyeberangi jalan untuk mengunjungi SMent, tempat suaminya bekerja. Hari itu merupakan hari yang padat, di lobi SMent banyak artis, staf, produser, PD juga sponsor lalu lalang. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing ,tanpa sengaja Hye Na menabrak seseorang karena saking padatnya orang yang lewat. Yang ditabraknya adalah Leeteuk, leader Super Junior. Leeteuk mengangkat kepalanya dan memberi salam pada Hye Na.

“oh,Hye Na-a, selamat siang. Tumben main ke sini dan—“

Hye Na hanya membungkukkan badan tanpa berkata apa-apa.

Leeteuk melihat jam di tangannya,ternyata sudah jam 1.20. Jam 2 dia harus mengisi acara di sebuah stasiun TV, kemudian pamit pada Hye Na.

“Maaf aku buru-buru. Lain kali dilanjutkan, Hye Na-a, dah!”Leeteuk melambaikan tangan ke Hye Na,lalu segera menaiki van yang sudah menunggu di luar gedung.

Hye Na melanjutkan jalannya menuju lift, dia masuk ke dalam lift lalu menekan tombol lift. Keadaan lift saat itu padat, tapi saat Hye Na sampai di lantai yang ia tekan, orang-orang lebih banyak turun di lantai sebelumnya. Jadi,yang tersisa di lift tersebut hanya Hye Na seorang.

Ternyata lantai yang ia tekan merupakan sarana latihan trainee juga artis SMent. Terlihat dari jarak antara pintu satu dengan pintu yang berjauhan dan lalu lalangnya beberapa trainee. Hye Na mengedarkan pandangan menyusuri sudut-sudut lantai itu,ia memeriksa tiap ruangan, termasuk ruang rekaman, disana ia melihat ada sedang rekaman. Ah, ia kemudian teringat Kyuhyun, suaminya. Ia harus mengunjunginya. Hye Na menuju ruang latihan Super Junior, letaknya tidak jauh dari tempatnya sekarang.

“Selamat siang, semuanya.”Hye Na membungkukkan badannya.

“Hai Yeobo. Bagaimana latihanmu?”

Suara Hye Na mengagetkan Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan Ryeowook.Kyuhyun menoleh ke arah sumber suara.

“Hye Na sayang. Untuk apa kau kemari? Harusnya telepon aku dulu”

“Kyu-a, aku tinggal dulu ya. Aku mau beli minum sebentar”Ryeowook berdiri dari duduknya.

“ah-hyung. Tolong sekalian belikan aku juga, nanti aku ganti”

“kau kan punya istri, minta belikan dia saja”suruh Ryeowook sambil mengarahkan pandangan ke Hye Na.

“Sekalian hyung mau keluar kan? Ayolah, aku ada urusan sebentar sama sayangku, hehehe”

Ryeowook mendesah, akhirnya dia juga yang beli. Ia membeli 2 kaleng cola di mesin minuman dekat ruang latihan letaknya di koridor lantai tersebut. Beberapa saat kemudian, Ryeowook kembali ke ruang latihan. Dilihatnya Hye Na tidak ada, namun ada satu hal yang membingungkan Ryeowook, raut wajah Kyuhyun berubah merah,ia bertanya pada Kyuhyun apa yang terjadi, tapi Kyuhyun diam. Kyuhyun mengepal kuat kedua tangannya sambil bergumam,

“Dasar ceroboh kau, Kyu. Kenapa kau malah mengatakannya?!”

Oppa, akhirnya aku tahu apa yang kau sembunyikan.
——-

Hye Na meninggalkan Kyuhyun penuh rasa curiga, amarah bercampur kecemburuan, namun rasa itu ia sembunyikan di depan orang-orang bahkan orang-orang yang lewat pun tidak menyadari raut wajahnya yang sedang memendam amarah. Hye Na berjalan tak tentu arah ,sehingga sampai pada suatu tempat,ruang luas berposter langit biru cerah yang biasa digunakan para girlgroup maupun boygroup SM untuk latihan. Saat ini di tempat tersebut, member-member Girls Generation berkumpul, terlihat dari pintu transparan yang menutupi ruang itu. Hye Na melihatnya.melihat teman duet suaminya, Hye Na terus memandangi dan menatap Seohyun intens.

Seohyun sedang berkumpul dengan member-member Girls Generation yang lain di ruang latihan. Mereka tidak ada jadwal sebenarnya,cuma kumpul-kumpul biasa. Saat itulah Taeyeon, sang leader menceletuk pada Seohyun.

“Seohyunie, rekamannya sudah dimulai? Ah,jackpot ya kau bisa duet dengan Kyuhyun”
Seohyun menjawab dengan jujur.
“Belum, unnie.ya soal jackpot, Aku tidak bisa menyangkalnya. Itu sudah ditentukan sih
Yoona mendesah sebal dengan tangannya memain-mainkan bantal,dioper bolak-balik.
“Ah, enaknya dapat proyek. Aku juga ingin, tapi apa daya”
Seohyun menepuk pundak Yoona lembut.
“Yoona unnie bisa kok ikut proyek nanti, jangan sedih begitu. Yang lain juga punya kesempatan kok, mungkin di proyek selanjutnya kalian dapat bagian”
“Auwh…uri maknae, jago sekali membuat unniemu ini tersentuh”

Seohyun selalu bisa menenangkan dan menyemangati, itulah yang membuat unniedeul menyayanginya. Namun suasana manis nan indah berubah dengan tidak sengaja ketika Hyoyeon buka suara, harusnya ia tidak keceplosan mengenai hal ini..

“Ngomong-ngomong soal Kyuhyun-oppa, kau tahu Park Hye Na-ssi?”
“Eh? Hye Na-unnie? Memang kenapa?” tanya Seohyun heran.

“istri Kyuhyun oppa, tahu itu kan? Tahu soal gosip yang beredar tentang dia? Katanya dia sangat pencemburu, ditambah posesif juga. Aku tidak bisa bayangkan kau berduet dengan suaminya, bagaimana kalau dia tahu soal ini dan—”

Hyoyeon menggidikkan pundaknya ngeri, tapi ia malah dijitak kepalanya oleh Sunny.

“Auw..sakit tahu!”
“Hush, jangan ngomong sembarangan. Dengar dari mana gosip itu?”
“Hyoyeon unnie, masa Hye Na unnie seseram itu? Perasaan dulu dia normal-normal saja ”
balas Seohyun polos.

“Seohyun-a, jangan percaya dulu. Hyoyeon kalau ngomong suka seenaknya”Sunny coba menghilangkan kecemasan Seohyun sambil mata Sunny memicing ke Hyoyeon.
“Aku pernah melihatnya kok.Sungguh! Kalian belum melihatnya, sekarang mau kutunjukkan?”
Hyoyeon berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, ia ingin membuktikan perkataannya bukan gosip belaka.

Saat Hyoyeon mau membuka pintu, dahinya terbentur oleh seseorang yang membuka pintu dari luar, Hyoyeon melihat siapa orang tersebut.
“Hyoyeon-a, mau ke mana kau? Kembali ke dalam, ada yang mau kuumumkan”perintahnya tegas.
Dia adalah manager oppa. Manager Girls Generation.
nde~”
Hyoyeon membalikkan badannya, duduk kembali bersama member yang lain.

” Bagus! Kalian ada disini. Aku ada jadwal untuk kalian, jangan kira tidak ada ya. Jadwal bulan ini cukup padat”
Manager menyerahkan jadwal kepada Taeyeon.
“Sebagai leader, kau harus ingat ini, ok?”

Mata Taeyeon membelalak melihat jadwal -yang katanya- cukup padat.

“Makanya aku ingin membicarakan soal jadwal ini pada kalian, terutama soal jadwal individu”

Manager berdiskusi dengan para member soal jadwal mereka, ada yang minta dipindah ,digeser maupun dioper. Disela-sela rapat, Seohyun mengangkat tangannya, Ia minta ijin keluar pada manager untuk ke toilet. Manager mengijinkannya asalkan jangan lama-lama.

“Seohyun-a. Ingat cepat kembali kalau sudah selesai”

“Ya, aku tidak lama kok”

Seohyun keluar dari tempat latihan menuju toilet yang berada di pojok ruang latihan trainee. Ia tidak tahu kalau ada seseorang yang mengawasinya, Seohyun berjalan tenang dan santai.

——
Dari luar ruang latihan, seseorang mendengar percakapan mereka, ia membentuk seringai yang menakutkan setelah tahu Seohyun ada disana. Sosok Hye Na ada disana, Hye Na diam-diam mengikuti Seohyun, tidak membuat suara persis maling yang mengendap-endap. Sebelum Seohyun masuk, Hye Na masuk duluan. Dengan penyamaran ia berhasil masuk ke toilet tanpa di kenali Seohyun, ia melepas penyamaran dan berganti dengan cardingan putih dengan one piece dress warna krem muda. Seohyun memasuki toilet, ia masuk ke toilet pintu pertama.

Setelah selesai dengan’urusannya’Seohyun keluar dari toilet, ia mencuci tangannya di wastafel dan bingo! Sebuah suara lembut nan rendah, menyambangi telinga Seohyun. Saat ia menengok, ada Hye Na di sebelahnya.

“Ah,Seohyunie. Lama ya tidak berjumpa”

“Oh, Hye Na unnie. Apa kabar? Sudah lama ya sejak kita jadi trainee

“Kabarku sedang tidak baik, Seohyunie..kau tahu? Sangaaatt tidak baik”

Unnie kenapa? Unnie sakit? Dahi unnie agak panas ”Seohyun memegang dahi Hye Na dan dirinya untuk menyamakan suhu, reaksi Hye Na malah menyingkirkan tangan Seohyun.

“Tidak usah bersikap baik padaku”

Hye Na mendekatkan wajahnya ke Seohyun. Wajah Hye Na berubah drastis dari lembut menjadi dingin, aura di sekitar Hye Na mendadak gelap.

“Kau benar- benar tidak tahu apa yang membuatku tidak baik, Seohyunie. Kau ini tidak peka ya? Kenapa kau tidak mengerti juga?”

Unnie bicara apa?”

Hye Na meninju dinding toilet, menatap Seohyun tajam.

“Jangan pura-pura bodoh. Ingat, ini adalah peringatan dariku, jangan coba macam-macam atau kau tanggung akibatnya”

Seohyun menatap penuh ketidaktahuan,ia tidak paham maksud Hye Na berkata seperti itu padanya.ia hanya terbengong-bengong,dan di pikirannya ia terus mencari penyebab kenapa Hye Na bersikap dingin,ia hanya ingin tahu apa salahnya pada Hye Na.

Unnie, tolong jelaskan. Aku tidak mengerti unnie bicara apa”

“Kau tahu aku sangat tidak suka, tidak suka kalau suamiku, Kyuhyun-oppa didekati ataupun ada yang mendekati.Jadi, bisa kan kau jaga jarak dengannya?”

“Tapi—unnie..a..ku.cu..ma ada proyek den..gannya..” intonasi bicara Seohyun jadi bergetar.

“Ini adalah keputusanmu. Jangan sia-siakan kesempatan yang kuberikan sebelum aku berbuat lebih jauh bahkan bisa saja aku menyakitimu”

Hye Na keluar dari toilet dan meninggalkan Seohyun dalam kesunyian,Seohyun menatap kaca wastafel.ia memandangi dirinya sendiri,pikirannya melayang pada perkataan Hye Na tadi ditambah hatinya sempat shock melihat perubahan drastic Hye Na yang ia kenal lembut dan ramah selama ia dan Hye Na pernah menjadi trainee.

‘Mana mungkin ini dibatalkan,jadwalku dan Kyuhyun-oppa sudah diputuskan agensi.apa aku harus bicara pada manajer?’

Seohyun mengeluarkan ponselnya, ia bermaksud menghubungi manajer, tapi malah ia yang dihubungi duluan.

Manager oppa calling…

‘Halo, Seohyun-a. Kenapa kau lama sekali? Cepat kemari, rapat ini sangat penting’

‘Manajer, aku ijin ya. Tiba-tiba aku tidak enak badan. Soal jadwal, apapun keputusannya aku terima’

‘Seohyun-a! Kena—‘

tiba-tiba telepon diputus Seohyun.

Seohyun keluar toilet, Menuju lift lantai dasar. Wajahnya terlihat lesu, ia berusaha sebisa mungkin menyembunyikan tapi tidak dengan orang yang satu ini. Di lift,ia bertemu Leeteuk, entah ke mana tujuannya.

“Seohyun-a, kau mau ke mana?”

“aku mau pulang, oppa. Aku merasa tidak enak badan”

“Oh, pantas saja mukamu pucat. Sekarang ini marak musim penyakit, kau harus jaga kesehatanmu”Leeteuk menepuk pelan pundak Seohyun,dan Seohyun hanya mengangguk.

Ting!Seohyun sampai di lobi lantai dasar,dengan tidak mengurangi kesopanannya,ia membungkuk pada Leeteuk.

“Leeteuk oppa, aku duluan ya”

Leeteuk pun mengangguk dengan tersenyum,ia berkata dari dalam lift,

“Jaga kesehatanmu!”

——-

D-Day of Recording,SM Building

Hari ini tepat dimana rekaman mulai dilakukan, produser begitu juga composer berkumpul di ruang rekaman untuk memulai rekamannya. Namun entah kenapa Kyuhyun belum datang, padahal jadwalnya hari ini tidak begitu padat, Kyuhyun cuma ada pementasan drama musikal siang ini, setidaknya jam 2 lebih ia sudah selesai dan segera kembali ke gedung SM, sedangkan Seohyun sudah melakukan rekaman lebih dulu karena ada urusan penting, ia minta dimajukan.

“Sebagai managernya kau sudah hubungi Kyuhyun-ssi kan? Kita tidak punya banyak waktu karena ada jadwal rekaman artis lain yang menunggu untuk di- take

10 menit kemudian..

Kyuhyun tiba di gedung SM, tidak begitu banyak ELF yang berkumpul di depan gedung untungnya hanya beberapa EXO-L dari hoobae-nya, EXO, yang berkumpul. Jadi ia bisa berlenggang bebas masuk gedung SM tanpa harus berdesakan.

Sampai di depan ruang rekaman,Kyuhyun menarik napas panjang, tangan kanannya membuka gagang pintu kemudian ia masuk ke dalam ruangan.

“Maaf aku telat, tadi ada kecelakaan kecil di jalan.”Kyuhyun membungkuk minta maaf.

Produser juga composer mendesah agak kecewa.

“Kyuhyun-ssi, tolong professional sedikit, bukan kau saja yang mau rekaman. Huh..untuk kali ini pengecualian, jangan diulangi lagi. Kau mengerti kan?”

Kyuhyun menyelesaikan rekamannya hari itu dengan lancar, tinggal menunggu hasil rekamannya diedit dan disempurnakan, dan sesuai jadwal yang ia terima, besok ia mulai syuting video klip bersama Seohyun.Ia pun mendesah pelan setelah keluar dari ruang rekaman, ada hal yang menganjalnya, apalagi kalau bukan mencemaskan istrinya.

‘Ah,benar-benar. Aku harus mencari alasan yang logis dan realistis’Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

‘Hye Na sayang. Maaf, aku bersalah, tapi ini harus kulakukan’

Kyuhyun mengambil ponselnya mengetikkan sebuah pesan kepada Hye Na,istrinya.

To : Hye Na Yeobo ❤

Sayang, hari ini aku ada jadwal sampai malam kemungkinan aku tidak akan pulang. Aku langsung menginap di rumah teman karena besoknya aku ada urusan penting, jangan lupa kunci pintunya.

Saranghae ❤ ❤

Send to Hye Na Yeobo ❤

Sending message success!

Kyuhyun bergumam “Semoga dia bisa mengerti ini.” kemudian ia memasukkan ponselnya kembali. Ia memasang headphone kemudian berjalan sambil mendengarkan mp3 di telinga kanannya, eh, ia malah didatangi oleh salah satu member girlgroup Junior, Red Velvet. Dia adalah Kang Seul Gi, ia mematikan mp3-nya sementara. Saat ia dihampiri Seul Gi, Seul Gi membawa sesuatu. Seul Gi merupakan member Red Velvet yang cukup dekat dengan Kyuhyun dan sempat heboh karena dikabarkan dekat dengan Kyuhyun sebelum dia debut.

“Selamat siang, Kyuhyun sunbae. Ini ada sedikit bingkisan, terima kasih atas saran dan bantuannya selama ini. Aku permisi dulu”Seulgi menyerahkan sebuah goodie bag biru, tidak tahu apa isinya, tapi sepertinya makanan.

“Eh, ini—“Kyuhyun heran melihat goodie bag besar di tangannya.

“Itu gratis. Aku tidak meminta sunbae menggantinya, itu murni ucapan terima kasihku. Sudah ya sunbae, aku mau latihan dulu untuk comeback nanti malam. Sampai jumpa”

Seul Gi menoleh sebentar kemudian pergi menjauhi Kyuhyun setelah menyerahkan bingkisan tersebut.

Dari tempat yang tersembunyi,ia melihat semuanya. Melihat gerak-gerik Seul Gi. Ia menyeringai, wanita itu – Hye Na—melihat kelakuan Seul Gi. Ia bersumpah akan memasukkan Seul Gi ke black list orang-orang yang harus disingkirkan dari sisi suaminya.

Seohyun menghampiri Kyuhyun setelah beberapa saat Seul Gi pergi, ia mengajak Kyuhyun ke suatu tempat. Seohyun menarik tangan Kyuhyun erat, entah ke mana Kyuhyun dibawa, genggaman tangan Seohyun membuat Kyuhyun hampir jatuh.

“Aku mau dibawa ke mana?!!”

“Jangan pikir aku tidak tahu, Seul Gi-ssi, Seohyun-a. Kalian berani mendekatinya, berarti kalian masuk black list-ku”

“Lihat apa yang akan aku lakukan pada mereka..

..suamiku”

——

Malam itu Hye Na hanya sendiri di apartemen, dalam keadaan sendirian seperti malam ini, Hye Na sedang mengasah sesuatu di dapur. Apa itu? Ternyata ia sedang mengasah sebilah pisau, senyumnya lebih menakutkan dari biasa. Ia menyeringai, tertawa cekikikan sendiri ditambah tatapannya seperti seorang psycho yang siap menerkam mangsa.

“Sudah lama sayangku yang satu ini jarang dipakai. Tenang saja, malam ini kau dapat mangsa”

Hye Na mengelus-elus pisau kesayangannya dan ia tancapkan pisau itu ke foto Seohyun dan Seul Gi ke papan sasaran panah.

Ouh, good target

Hye Na sekarang seperti psycho.ia berbahaya…dan menakutkan.

The Way near Red Velvet’s Dorm

Seseorang dengan jas hujan serta kacamata hitam berdiri di depan sebuah minimarket, dia memayungi dirinya namun ia tidak beranjak dari minimarket tersebut, ia melihat ke dalam minimarket disana ia melihat seorang gadis berambut coklat panjang disertai warna kuning terang diujungnya, baru keluar dari minimarket. Gadis itu –Seulgi— menenteng tas plastik berisi bahan pokok untuk keperluan sehari-hari dorm-nya, ia tidak sadar kalau ada yang mengikutinya. Berjalan agak jauh dari minimarket, Seulgi merasa ada yang mengikuti, benar saja seseorang memakai jas hujan dan kacamata hitam mendekatinya dan…

“Kang Seulgi! Kang Seulgi! Matilah kau!” gumam orang misterius itu menyumpahi Seulgi, lalu mengeluarkan sebilah pisau, terlihat mata pisau tersebut begitu bersinar. Ia bergerak cepat, menancapkan pisau tepat di pinggang kanan Seulgi, tusukannya dalam. Sangat dalam.

AAAHHHHHHHHHHH

Seulgi terkapar lemas di pinggir jalan, Seul Gi meremas baju yang sebelah kanan dengan satu tangan, wajahnya pucat pasi. Seseorang baru saja menyerangnya, sosok itu langsung menghilang di kegelapan malam setelah melakukan aksinya, Irene memergokinya saat keluar tepat di depan jalan menuju apartemen.

“Kyaaa!!!! Seulgi-a, siapa yang melakukan ini padamu? SIAPA?!”Irene berteriak panik melihat pinggang Seul Gi berlumuran darah,di pinggang kanan ada bekas tusukan pisau cukup dalam.

“Un..ni..e, sa..k..it—“

“Tahanlah sebentar, aku segera telpon ambulan”refleks Irene membopong Seul gi dengan menyampirkan tangan kiri Seul gi ke pundaknya. Irene menelpon ambulan dan beberapa saat kemudian ambulan datang. Irene pun ikut mengantar Seul Gi ke rumah sakit, Irene berharap dan berdoa semoga Seul Gi selamat.

Girls Generation Dorm,10.30 pm

“Taeyeon unnie, Seohyun sudah pulang?”Tiffany menghampiri Taeyeon yang berada di ruang tv.

“Seohyunie? Aku tidak lihat, bukannya dia belanja bersamamu tadi?”

Tiba-tiba Hyoyeon melewati ruang tv menuju dapur untuk mengambil setoples keripik kentang di dapur. Ia ke ruang tv, melihat Tiffany yang pulang sendirian dengan barang belanjaan.

“eh,Tiffany-unnie, kenapa kau sendirian? Mana Seohyun?”

“Hyoyeon-a,justru itu aku pikir dia sudah pulang. aku khawatir, aku takut terjadi apa-apa. Mana besok dia syuting video klip, kalau dia tidak pulang kan jadi masalah”

Mereka mendesah bersama,wajah tertunduk lemas. Lalu Hyoyeon menjentikkan jarinya,

“Hey, coba telepon ponselnya, mungkin masih aktif. Barangkali ia masih di minimarket membeli sesuatu yang kelupaan”

Taeyeon mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Seohyun.hanya terdengar nada sambung yang begitu lama, tanpa jawaban. Tiffany dan Hyoyeon berharap-harap semoga Seohyun mengangkat ponselnya, mereka ingin memastikan Seohyun baik-baik saja.

“Bagaimana? Seohyun di mana?”

“Tenang dulu, aku sedang mencoba”

Taeyeon menekan lagi, dan lagi-lagi tidak ada jawaban, Taeyeon mengaruk-garuk kepala kesal. Ia mulai dongkol.

“ Aishh..kenapa belum diangkat? Seohyunie ayo angkat! ANGKAT!”

“Begini saja, aku akan menunggu dia di sini, jika lebih dari jam 12 malam belum ada tanda-tanda, aku akan susul dia. Itu tanggung jawabku sebagai leader

“Taeyeon unnie, bahaya kalau unnie sendirian! Bagaimana kalau kita temani menunggu Seohyun dan kalau kita belum dapat kabar, kita cari bersama-sama. Bagaimana pun dia kan bagian dari Girls Generation”saran Hyoyeon.

“Hm.aku setuju. lebih baik bersama-sama daripada sendirian”Tiffany pun mengangguk setuju.

D-Day Making of MV

Sebuah telepon berdering dan member Girls Generation seperti Hyoyeon, Taeyeon dan Tiffany langsung bangun bersamaan, salah satu dari mereka mengangkat teleponnya. Yang mengangkat telepon tersebut adalah Tiffany, wajah Tiffany terlihat cemas juga khawatir, apa telepon ini dari Seohyun atau ponsel Seohyun jatuh dan dipungut seseorang?

Tiliilitt…

“Halo, Seohyunie ini kau?”

Kalian teman-temannya Seo Jo Hyun kan?

Suara serak-serak seseorang terdengar di seberang sana.

“Kalian jangan macam-macam, kalau ingin dia selamat. Jangan pernah hubungi siapapun ingat itu!!”

Kemudian ponselnya diberikan pada Seohyun.

“Tiffany unnie!! Tolong aku!! Aku tidak bisa bergerak– aaahhhh!!!”

TUUUTTT…

Telepon tiba-tiba terputus.

Muka Tiffany, Hyoyeon dan Taeyeon berubah,Tiffany mengarahkan pandangan ke kedua member dengan wajah ketakutan.

“Hey, apa kita berpikiran sama?”

Hyoyeon mengangguk” Taeyeon unnie, apa kita perlu melaporkan hal ini ke manajer oppa?”

“Ini gawat. Kita tidak bisa diam saja”

Sudah berulang kali manajer oppa menghubungi Seohyun, namun selalu tidak aktif. Padahal ia sedang dalam perjalanan menuju dorm untuk menjemput Seohyun. Manajer bolak-balik mengumpat kesal karena tidak bisa menghubungi Seohyun, eh, beberapa saat kemudian ada telepon masuk, manajer pun menjawabnya,tapi…

“Seohyun-a, kau—“

“Ini Taeyeon, oppa. Kabar buruk! Seohyun diculik, baru saja ada seseorang yang menelepon bilang kalau Seohyun ada ditangannya”

“APA KATAMU?!”

TUUTT..

.

.

08.20 am,Hotel XXX Near MV Shooting

Kyuhyun menginap di kamar hotel dekat tempat syuting MV dari kemarin, ia bangun dari tidurnya bergegas cuci muka, berganti kaos putih santai dengan celana katun ¾ abu-abu sebagai alas kaki mengenakan sepatu selop sewarna celananya, Kyuhyun berencana sarapan pagi setelahnya mandi kemudian bersiap ke lokasi syuting. Keluar dari kamar Kyuhyun bergegas turun ke restoran,mengambil sarapan. Saat ia sedang sarapan dengan manajer hyung, ada sesuatu yang mengganggunya.

Hyung, apa ini perasaanku saja atau memang ada yang tidak beres ya? Kenapa aku tidak melihat Seohyun, seharusnya kan dia ada disini untuk syuting. Aku merasa gelagatnya mencurigakan di hari H sebelum syuting”

“Hentikan celotehan anehmu, Kyu. Seohyun mencurigakan katamu? Kau mungkin khawatir kalau dia terjadi apa-apa, tapi kurasa tidak, Kyu. Aku berpapasan dengannya di lobi SM tapi dia baik-baik saja tidak terlihat sakit atau lelah”

“Maksudku auranya hyung, dia memang tidak sakit atau lelah seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, dan—ah sudahlah”

Kyuhyun menghentikan sejenak makannya, tanpa sengaja sikut Kyuhyun menyenggol gelas hingga pecah.

PRANGGG!!

Kyuhyun merasa firasat buruk akan datang,saat memandang gelas yang pecah.

Ia bermaksud mengambilnya cuma..

“Jangan Kyu, biar aku panggilkan pelayan”

“Pelayan!!”

Pelayan pun datang membereskan pecahan gelas tersebut dan mengambilkan Kyuhyun gelas yang baru.

Hyung, melihat gelas itu aku merasa akan mendapat kabar buruk hari ini”

“Astaga, kau ini. Ini cuma gelas pecah, apa hubungannya sama kabar buruk? Oh, Kyu. sSal syuting ini apa istrimu sudah tahu?”

“Heh? Oh..soal itu aku..”jawaban Kyuhyun begitu meragukan.

“Jangan bilang kau tidak memberitahukannya, Kyu. Kau kan tahu istrimu seperti apa juga—”

Manajer hyung memperingatkan dengan mendesah pelan namun terpotong karena ponsel yang berdering keras.

Kriiinggg..

“Tunggu sebentar, Kyu”

Beberapa saat kemudian raut wajah manajer hyung berubah dratis, wajahnya menjadi suram dan cemas, bola matanya juga berputar tidak menentu. Sebuah perkataan tak terduga meluncur dari bibirnya,

“Kyu, ada kabar buruk. Seohyun diculik”

Old Buliding in Death City,Somewhere place in Korea

Gedung-gedung tua yang berjejer ditambah suasana sepi yang mencekam tanpa ada kehidupan di sana, balok-balok kayu yang berserakan juga tong-tong yang mengeliding, tulisan-tulisan graffiti menghiasi setiap sudut gedung dan kaca-kaca gedung pecah menambah kesan angker di tempat tersebut. Tapi siapa sangka kota ini ada yang mendatanginya, ya datang ke kota hantu seperti ini?

Ada. Ada yang mendatanginya. Bahkan menyekap orang didalamnya.

“Kau masih hidup rupanya”suara rendah seorang wanita memecah keheningan, wanita tersebut tertutup oleh jas hujan hitam, masker hitam dan kacamata hitam.

“Hmpfh….”mulut Seohyun ditambal oleh lafban coklat tebal sehingga membuatnya sulit bicara ditambah ia diikat kawat, tubuhnya dililit ke tiang besi penyangga gedung.

Wanita misterius itu belum menampakkan sosok sebenarnya.ia berbicara membelakangi Seohyun, dengan gerinda besar, ia sedang mengasah sesuatu. Suara asahannya begitu bising sehingga memekakan telinga, tidak hanya diasah tapi diujicobakan ke kayu dan menembus sampai belakang. Wanita itu menyeringai puas melihat pisau asahannya, membawa pisau itu ke hadapan Seohyun, memain-mainkannya di depan wajah Seohyun.  Seohyun berkeringat dingin juga matanya menyiratkan ketakutan, ketakutan jika pisau itu membuat nyawanya melayang. Wanita itu menancapkan pisau ke samping tiang kayu dekat Seohyun, saat itulah wanita tersebut membuka penyamarannya, mulai dengan melepaskan kacamata hitam, disusul masker dan terakhir jas hujan hitam yang diujungnya ada cipratan darah.

Hye Na. Wanita itu menyeringai lebar ditambah tatapan tajam, menusuk dan menakutkan.

“Hmpfh!! Hmpfh!!”Seohyun mengerang tanpa bisa bicara, hanya dengan mengerinyitkan alisnya, tidak percaya apa yang ia lihat sekarang.

“HAHAHAHAHA….ah, rasanya menyenangkan menatapmu seperti itu, teruslah mengerang, memelas, merintih. Kau tidak akan bisa bicara apapun karena di tempat ini tidak ada yang mendengarmu”Hye Na tertawa puas melihat Seohyun tak berdaya.

“Tempat ini akan jadi kuburanmu, kau tahu itu? kau sangat keras kepala tidak mau mendengarkanku, kau ini harus disiksa dulu baru mengerti hah?!”

Hye Na mengambil pisau lalu meletakkannya di leher Seohyun, tubuh Seohyun bergetar hebat, keringat dinginnya semakin deras mengucur.

“Sebaiknya dimulai dari mana, hm?”

.

.

Kyuhyun kaget bukan kepalang mendengar Seohyun diculik, seketika ia terbawa memori perkataannya pada waktu Hye Na berkunjung ke tempat latihan dan mereka bertengkar hebat saat itu. Pertengkaran yang berujung pada perubahan drastis perilaku Hye Na menjadi posesif berlebihan.

“Hye Na sayang, harusnya kau mengerti konsekuensi pekerjaanku! Seohyun dipilih khusus oleh agensi, bukan aku yang memilihnya.”

“Apa oppa tidak bisa menolak? Bisa kan menolak tapi oppa malah menerimanya. Harusnya oppa tahu kalau aku tidak suka ada yang mendekati oppa dan aku lihat Seohyun kelihatan senang oppa menjadi partnernya, jadi dia punya alasan untuk mendekatimu”

“Park Hye Na! Jangan berasumsi yang tidak ada dasarnya! Seohyun bukan tipe wanita seperti yang kau duga, lalu mendekati seperti apa? Apa dia ingin menggodaku? Merayuku? Cobalah pikir Hye Na sayang, aku sudah menikah, apa dia berani melakukan itu?!”

“Ya bisa saja kan. Oppa harus ingat aku tidak main-main, aku bisa melakukan apa saja agar kau tetap jadi milikku! Milikku seorang! INGAT ITU”

“Park Hye Na! Berhenti! Berhenti KATAKU!”

Hye Na berlari dan membanting pintu lalu keluar dengan aura penuh kemarahan juga..

Kecemburuan.

Ya. Kecemburuan membuatnya jadi wanita yang berbahaya.

 

‘Hye Na sayang jangan bilang kau membahayakan nyawa Seohyun, jangan lakukan itu kumohon’

“Kyu, Kyu. Hey!”manajer hyung menepuk-nepuk pundak Kyuhyun untuk menyadarkannya.

Kyuhyun seketika kaget kemudian ia berdiri dari tempat duduknya. Manajer hyung lega akhirnya Kyuhyun sadar juga tapi Kyuhyun terlihat buru-buru, ia pun segera bangkit dari duduknya meminum segelas air kemudian pergi.

“KYU! Kau mau ke mana? Hey, bilang padaku!”

“Ini urusan pribadi hyung! Cuma aku yang bisa menyelesaikannya dan jangan ikut campur”

Kyuhyun kembali ke kamar hotel, mengambil kunci mobilnya. Wajahnya terlihat cemas dan bingung,entah kenapa firasatnya buruk juga tidak enak. Kyuhyun meraba-raba celana memastikan ponselnya dibawa, ia keluar kamar dan menguncinya.dia ke restoran lagi, menyerahkan kartu kamar ke manajer hyung untuk membereskan barang karena ia tidak sempat membereskannya.

Hyung, titip ini. Tolong bereskan barang-barangku yang tersisa”

Kyuhyun langsung menuju tempat parkir, memasuki mobil sedannya segera menghidupkan mesin, tancap gas meninggalkan hotel.

.

.

Manajer oppa memacu mobilnya kencang ke kantor polisi dan sesampainya di kantor polisi melaporkan kasus penculikan Seohyun, manajer meminta Seohyun segera dibebaskan dari tangan penculiknya. Polisi menanggapi laporan manajer-oppa, polisi pun menanyakan panggilan terakhir telepon ke manajer-oppa.

“Aku menerimanya dari Taeyeon-ssi, pagi tadi, pak. Sebentar, saya akan SMS dia”

Manajer oppa mengirim SMS ke Taeyeon, tak lama Taeyeon balas dengan nomor si penculik.

“Baiklah dengan nomor ini kita akan lacak keberadaan penculiknya, semoga bisa segera diketahui tempatnya”

Polisi mengerahkan anggotanya untuk melakukan penggerebekan lokasi penculikan. Namun sebelum pergi, polisi-polisi itu dihadang oleh sekumpulan dokter yang tiba-tiba datang ke kantor polisi, mereka menjelaskan kenapa mereka kemari.

Officer, saya tahu siapa yang menculik Seo Jo Hyun-ssi. Dia adalah salah satu pasien rumah sakit jiwa tempat saya praktek”ucap dokter Park.

“Maksud anda?”

“Yang jelas dia pengidap posesif akut, untuk jelasnya nanti di jalan saja. Sekarang ijinkan kami ikut anda”

“Cepatlah, kita tidak punya banyak waktu! Pasukan segera berangkat”

Perintah polisi berbadan tegap juga tegas itu pada anggotanya. Iring-iringan mobil polisi melewati jalanan Seoul menuju tempat penculikan. Sedangkan manajer-oppa tidak bisa ikut karena harus bekerja menemani dan mencek jadwal member Girls Generation, ia menyerahkan semuanya pada polisi dan segera diberi kabar jika Seohyun berhasil diselamatkan dari tangan penculiknya. Ia keluar bersamaan dengan polisi yang juga keluar untuk menolong Seohyun, ia menatap polisi-polisi itu sambil dalam hati bergumam’Kumohon bawa Seohyun dalam keadaan selamat.’

                                                                                  ——-

Kyuhyun meluncur kencang dengan mobil sedannya, pikirannya yang berkecamuk membuat ia semakin menekan kopling gas, sehingga spedometernya menunjukkan angka 100 km/jam. Itu diluar kebiasaan Kyuhyun, sekalipun ia banyak pikiran, dalam mengemudi ia tidak memacu mobilnya sekencang ini. Di dalam perjalanan, ia terus memikirkan apa yang akan dilakukan istrinya pada Seohyun, bahkan terbersit di pikiran Kyuhyun, Hye Na akan membahayakan Seohyun dengan penyakit psikologisnya.

ding dong dong…

Panggilan masuk ponsel Kyuhyun yang dipasang tepat diatas cd player-nya, nama dokter Park tertera disana.

Kyuhyun yang sedang kacau pikirannya, mengulurkan tangannya malas untuk mengambil earphone hitam di jok kursi sebelah kanan. Ia sempat kesal karena colokan earphone yang kurang masuk, sampai ia harus menekannya.

‘Aishh…ayolah masuk jangan membuatku naik darah’

Tak lama,ia mengangkat ponselnya.

“Tuan Cho? Saya dokter Park. Ada yang harus saya sampaikan”

“Oh, aku dalam perjalanan ke apartemen, memastikan Hye Na ada disana. Dokter, perlu apa denganku?”

“Kau tahu kan kabar tentang Hye Na-ssi? Sudah saya duga akan terjadi seperti ini, Tuan Cho. Coba anda mendengarkan saran saya waktu itu”

“Ah…aku tidak tahu kalau akan seperti ini jadinya, rasanya benar-benar menyesal. Kalau sudah seperti ini,aku bingung bagaimana mengakhirinya”

“Tdak usah menyesal begitu dan–oh! baru ingat, kemarin saya mendapat info dari orang kepercayaan, kalau dia bertemu dengan wanita berambut hitam beralis tebal memakai jas hujan membawa tas besar,dengan luka silang di pipi kirinya. Dia menuju kota mati di pinggiran Seoul,dia memakai masker dan diujung jasnya ada bercak darah. Sekarang saya sedang menuju ke sana bersama polisi. Sebaiknya anda segera ke sana, Park Hye Na-ssi kemungkinan membawa Seo Joo Hyun-ssi ke tempat tersebut”

“Apa dokter yakin itu Hye Na? Bagaimana kalau bukan?”

“Aku sudah memastikan itu dengan nomor yang diberikan oleh salah satu temannya,menurut hasil pelacakan GPS, terakhir kali temannya mendapat telepon, bersumber dari kota mati itu”

“Baiklah aku segera ke sana, semoga saja masih sempat.”

 

Kyuhyun menutup teleponnya dan segera membanting stir mobil, memutarkan mobilnya ke arah luar kota, segera menyusul rombongan polisi yang duluan menuju kota mati di pinggiran Seoul, tempat di mana Hye Na menyekap Seohyun.

.

.

Di gedung paling tinggi, Hye Na membawa Seohyun.membawanya ke atap, terlihat Seohyun babak belur ditampar bahkan lehernya terkena goresan pisau lalu di bibir yang tertutup lafban, mengalir darah segar akibat tamparan keras Hye Na.

“Bagaimana rasanya?sakit?”Hye Na membuka lafban yang menutupi mulut Seohyun.

Unnie, kenapa kau tidak mau memberitahu apa alasanmu menculikku?”

Hye Na mengambil sesuatu dari kantong celana jeans,sebuah ponsel miliknya.Hye Na kemudian membuka file di ponsel tersebut, wajah Seohyun berubah drastis setelah melihat file tersebut. Di file pertama terlihat dari belakang, Seohyun menggandeng lengan Kyuhyun dengan mesra, kepala Seohyun disandarkan ke lengan Kyuhyun. File kedua, Kyuhyun menggandeng Seohyun ke sebuah kafe dengan mengenakan topi juga jaket hoodie hitam. File ketiga, Seohyun memeluk Kyuhyun dari belakang, lalu Kyuhyun mengenggam tangan Seohyun. File keempat, sebuah video dimana Kyuhyun dan Seohyun saling menyuapi eskrim, mereka tertawa bahagia. Inilah file pamungkasnya, video yang direkam Hye Na di malam sebelum Kyuhyun berangkat syuting dan diambil di koridor gedung SM yang sepi, saat karyawan juga staf SM sudah pulang. Kyuhyun dan Seohyun berpelukan dan berciuman mesra, Seohyun melingkari pundak Kyuhyun begitu juga Kyuhyun melingkari tangannya di pinggang Seohyun, durasi video hampir lima menit, ketika mencapai menit terakhir Hye Na malah menghentikan video itu. Kejadian ini saat Hye Na memergoki Kyuhyun dari jauh digandeng oleh Seohyun, dan tanpa sepengetahuan Kyuhyun, Hye Na mengikutinya.

“Tidak sia-sia aku selalu mengikuti Kyu oppa, inilah yang kudapat. Wow! Kalian benar-benar brengsek, munafik dan pengkhianat! Apa yang kalian lakukan setelah itu? Ke hotel, heh?! Dan … UNTUK APA SELAMA INI AKU BERSIKAP BAIK PADAMU, MENGANGGAPMU SEBAGAI ADIKKU! JIKA UJUNG-UJUNGNYA KAU MENUSUKKU DARI BELAKANG?!”

Unnie—aku tidak…bermaksud…”

“ DIAMM!!! Dasar wanita jalang, tidak tahu diri!”Hye Na semakin tak terkendali, ia memukul perut Seohyun,hingga Seohyun terbatuk-batuk.

Suara ponsel yang dipegang Hye Na berbunyi dan nama Kyuhyun tertera di sana, Hye Na menghentikan pukulannya dan menerima panggilan itu, di bibirnya terbentuk seringaian ketika mendengar suara Kyuhyun di seberang sana. Hye Na merencanakan sesuatu, sesuatu yang berbahaya tentang Kyuhyun dan Seohyun.

Kyuhyun

Aku malah sampai duluan dan mencari keberadaan Hye Na juga Seohyun,kata Dokter Park, mereka ada disini. Tapi di mana? Dan oh! Kenapa tidak menghubunginya? Kenapa baru kepikiran. Bodohnya kau, Kyu!

Aku memencet nomor Hye Na, kutunggu hingga dia menjawab.’krsk..krsk!halo?’

Bagus! Diangkat.

‘Hye Na sayang, kau dimana sekarang? Kau di apartemen?’

‘Oh—oppa rupanya. Ya aku sedang di apartemen, memasak nasi kari. Makanan kesukaan oppa’

‘Oh, begitu’dalam hati Kyuhyun bergumam’Kau bohong, aku tahu itu’

‘Aku sedang dalam perjalanan pulang,10 menit aku sampai’

Aku menyusul ke tempat penyekapan,sinyal yang kudapat sangat kuat di gedung berlantai delapan disini, gedung yang tertinggi di kota mati ini, di paling atas ada antenna pemancar dan juga ia melihat sosok Hye Na sedang mengamati lingkungan sekitar.

Sampai diatas,betapa kagetnya aku melihat Seohyun,ia terkapar lemas dengan luka lebam di muka serta bibir yang berdarah.Hye Na menatapku,lalu ia menghampiriku,wajahnya tidak kukenali apalagi senyum itu,bukan senyum ramah bukan tatapan teduh seperti yang biasa kulihat.yang kurasakan sekarang ,ia seperti seorang physcho kejam,siap membunuh siapapun, suara tawanya begitu menyeramkan,tatapannya menakutkan.Hye Na sayang,apa ini dirimu? Apa ini yang dikatakan Dokter Park,soal kondisi terburuk yang harus kuhadapi?

“Apa yang kau lakukan Hye Na sayang kenapa kau tega berbuat seperti ini? Aku sama sekali tidak mengerti”

“Tanyalah diri oppa sendiri, dan harusnya oppa tahu kenapa aku melakukan ini ”

“Hye Na sayang..”

Bullshit, oppa! Memangnya aku wanita polos dan bodoh yang bisa dikelabui? Memangnya aku tidak tahu apa yang oppa lakukan dibelakangku? Oh— aku tahu apa itu. Kalian berkencan tanpa sepengetahuanku kan?”Hye Na memperlihatkan video suaminya sedang bermesraan juga berciuman. Lalu Hye Na mendekatkan pisaunya ke mukaku dan Seohyun, kami berdua mundur dan mundur, sampai dipojok bangunan tidak ada lagi tempat berpijak.

“Bagaimana kalau kalian kukirim ke neraka sekalian? Dibawah sana?”Hye Na tersenyum dingin dengan tatapan teduh khasnya, ia menunjuk tanah di dasar gedung tua. Wajahku juga Seohyun sudah bercucuran keringat, aku harus memikirkan cara supaya Hye Na membebaskan kami. Setidaknya memohon ampun padanya.

Suara polisi dan dokter tiba-tiba membuat Hye Na semakin bringas, ia menghadapkan wajah Seohyun dan Kyuhyun ke bawah dan hendak menjatuhkan mereka.

“Park Hye Na-ssi, anda harap hentikan ini! Anda akan dijerat hukum bila melakukannya. Pasukan sudah bersiap diatas sana, sebaiknya anda menyerah”

“Park Hye Na-ssi, tolong hentikan. Kami akan membantu masalahmu.”

Dari atas Hye Na berteriak,

“Membantu? Kalau begitu menyingkirlah, aku akan menjatuhkan mereka dari sini. Masalahnya selesai bukan?”

Tapi hal sebaliknya, dia malah mendorongku dan Seohyun.

                                                           ——-

Esoknya..

[Breaking News]Super Junior Kyuhyun dan Girls Generation Seohyun, jatuh dari sebuah gedung? Apa motifnya?

Xxth,sebuah kabar mengejutkan dari dunia hiburan,dari member termuda Super Junior juga Girls Generation, Kyuhyun dan Seohyun. Kemarin, tepatnya sore menjelang malam, mereka berdua ditemukan terluka parah di dasar pelantaran gedung tua dan Kyuhyun mengalami geger otak parah, sebab kepalanya membentur besi. Sedangkan Seohyun mengalami patah tulang punggung, saat ini keduanya sedang dirawat di Seoul Hospital Center.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter terkait insiden ini,untuk saat ini Kyuhyun masih dalam perawatan intensif. Soal motif dari insiden ini apakah kesengajaan atau kecelakaan, saya tidak bisa berbicara banyak, karena itu tanggung jawab polisi”tutur manager Super Junior, saat bicara di konferensi pers yang diadakan di aula gedung SM, hari ini.

Manager Girls Generation juga menambahkan,”Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan kami berharap doa kalian saja semoga Seohyun bisa segera pulih”

Saat ini polisi sedang mendalami motif dibalik insiden yang menimpa Kyuhyun dan Seohyun, polisi mengatakan dalam waktu dekat akan mengungkap motif sebenarnya, tinggal tunggu saja.

Kemudian, seorang wanita berpiyama biru langit dengan seringaiannya setelah membaca berita hot hari ini. Dia berada di sebuah ruangan bernuansa putih, jarum infus tertancap di lengan kanannya. Ia menangis ,tak selang berapa lama ia tertawa, sambil bergumam,

“HAHAHAHA…kenapa tidak kubunuh saja kalian waktu itu, dengan begitu aku  merasa puas”

..iya kan? Benar kan?”wanita itu mengelus foto di ponselnya, foto suaminya.

Seseorang tiba-tiba mengetuk pintu tersebut, tampaklah sosok dokter langsing berambut kecoklatan datang bersama asistennya.

“Saya dokter Shin, akan memeriksa kejiwaan anda..

…Park Hye Na- ssi

__end__

Oneshot perdana tapi kepanjangan gini apa kurang panjang?apa cast-nya kurang kesiksa?*ketawa jahat*kurang nendang?nendang-nendangin aja,xD greget sama endingnya?

Tapi selesai juga ff ini,makan waktu soalnya kadang kehambat mood yang suka hilang tiba-tiba atau ke halang urusan lain. Tapi aku harap kalian para reader hargai ff yang udah kubuat,ok?^^

Harap RCL nya, supaya sebagai author bisa memperbaiki dalam pembuatan ff selanjutnya^^

See you again in other story~~*lambai-lambai*

Advertisements

3 thoughts on “Jealousy «edited ver»

    • yap!sbnrnya pas udh di ujung tanduk itu Kyunya udh mw minta maaf tp Hye Na udh kalap krn gangguan psikologisnya yg smakin parah apalagi tw suaminya selingkuh uhhh,beginilah jdnya.

      Thanks udh mampir! jgn bosen main ke sini😊😊

  1. Pingback: I Remember, I Realized | Land of Fic

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s